Grub loader yang hilang

Tutorial ini akan menjelaskan bagaimana mengembalikan grub loader yang hilang setelah menginstal Windows 7/Vista/Xp. Padahal di PC anda ada dua system windows dan Ubuntu.

Karena alasan tertentu anda mengisttal ulang system windows . Hal ini biasanya terjadi setelah instalasi windows selesai system ubuntu tidak terbaca lagi. ini dikarenakan   Windows bootloader menimpa MBR dan tidak mengenali instalasi Linux.

Oleh karena itu anda jangan kuatir  system Ubuntu anda tetap aman,  kita hanya perlu  mengembalikan GRUB bootloader agar dapat booting kedalam Linux

Untuk mengatasi hal tersebut ikuti ,langkah-langkah di bawah ini :

1 Pertama-tama kita harus mempersiapkan Ubuntu Live CD, jika ngga punya bisa juga menggunakan bootloader dari flash disk

2 Kemudian ubah settingan pada BIOS, CD atau flash disk pada urutan pertama (first boot option)

3 Jika PC Anda sudah diset untuk boot ke CD-ROM, Anda bisa menunggu sampai layar pilihan boot Ubuntu muncul pilih saja Try Ubuntu (without any change on your computer)

4 Setelah masuk Live CD Desktop jalankan Terminal dengan meng-klik menu Applications > Accessories > Terminal

5 Cek partisi Linux kita dengan menggunakan perintah

sudo fdisk -l

6 Masuk dalam GRUB, perintahnya

$ sudo grub

7 Selanjutnya lakukan langkah berikut :

$ grub> find /boot/grub/stage1

misalkan didapatkan hasil (hd0,6), ini adalah informasi yang akan kita gunakan untuk mensetup pada tahap selanjutnya.

8 Kemudian melakukan setup instalasi GRUB :

grub> root (hd0,6)
grub> setup (hd0)

9 Jika proses installasi sudah selesai, keluar dari shell GRUB.

grub> quit

10 Jika tidak ada pesan error maka setelah Anda melakukan Reboot, bootloader akan kembali seperti semula.

Atletik

Atletik adalah cabang olahraga yang mendasari dari semua cabang olargara yang lain, Atletik mempunyai karakteristik gerakan yang paling dasar yang menjadi kebiasaan kita sehari-hari seperti contoh : Berjalan, berlari, melompat dan melempar. Gerakan-gerakan tersebut adalah gerakan alami.

Melihat dari hal diatas jadi sewajarnya apabila Atletik menjadi Induk dari semua cabang olahraga, karena dicabang cabang lain sudah mengandung unsur-unsur gerakan pada Atletik.

Nomor-Nomor Atletik

1. Nomor Lari

-. Lari jarak pendek 100, 200, 400 meter

-. Lari jaraj menengah 800 , 1500 meter

-. Lari jarak jauh 5000, 10000 meter dan marathon 42,195 km

2. Nomor Lompat

-. Lompat jauh

-. Lompat Jangkit

-. Lompat tinggi

-. Lompat tinggi galah

3. Nomor Lempar

-. Lempar lembing

-. Lempar Cakram

-. Tolak Peluru

-. Lontar martil

Guruku Riwayatmu Dulu

Aku bisa pintar menulis dan membaca karena siapa ?

Kita jadi pintar dididik bu guru

kita jadi pandai dibimbing pa guru

Guru bak pelita penerang dalam gulita

Jasamu tiada tara.

Demikianlah sebait lagu yang menggambarkan penghormatan seorang murid kepada gurunya. Pada masa perjuangan dahulu guru betul-betul dihormati dan dianggap panutan oleh murid-muridnya , bahkan murid lebih menurut kepada gurunya dari pada orang tuanya. Namun kalau kita simak perkembangan dewasa ini pigur seorang guru mulai terkikis dari benak para murid dan orang tua, sehingga rasa hormat murid terhadap gurunya mulai pudar yang ada guru dianggap hanya seorang pengajar dan pelatih bukan lagi seorang pendidik. Kalau sudah demikian mau jadi apa generasi yang akan datang

Banyak sekali kasus guru dipidanakan dan dilaporkan ke Komnas Ham oleh murid dan orang tuanya gara-gara dihukum oleh gurunya, padahal sekolah sudah mempunyai peraturan atau tata tertib yang sudah disepakati dan diketahui oleh siswa dan orang tua yang ditanda tangani diatas materai. Dalam kasus ini guru serba salah disisi lain guru tersebut ingin menegakan disiplin disisi lain pula ada sebagian orang tua tidak ingin anaknya dihukum walaupun anak itu salah. Padahal saya yakin guru tersebut dalam menghukum muridnya tentu ada alasan dan hukuman tersebut dalam rangka mendidik. Apakah orang tua murid tidak mau anaknya diberikan pendidika, padahal kita tahu tujuan menyekolahkan anak supaya anak kita jadi pintar dan disiplin serta punya budi pekerti yang baik. Kalau kita sebagai orang tua yang bijak apabila ada laporan dari anak kita tentang masalah disekolah, sebaiknya tidak lantas membuat kesimpulan sendiri sebelum menelusuri akar permasalahannnya, karena belum tentu laporan anak itu benar 100% atau mungkin anak itu sendiri yang membuat kesalahan.

Kepada para guru kami berharap bahwa apabila dalam memberikan hukuman kepada murid yang melakukan pelanggaran betul-betul sesuai dengan tujuan pendidikan, sehingga citra guru kembali seperti dulu bahwa guru adalah yang selalu digugu dan ditiru

Pendidikan Jasmani Di Sekolah

Pelajaran olahraga disekolah umum bukanlah salah satu sarana untuk prestasi, karena disekolah olahraga tidak dimaksudkan untuk prestasi , melainkan guru hanya memberikan berbagai dasar gerak kepada siswa. Apabila siswa ingin berprestasi dalam bidang olahraga sebaiknya siswa mengikuti klub yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Pelajaran pendidikan jasmani di sekolah hanya 2 jam pelajaran per minggu, padahal materi yang harus disampaikan kepada siswa cukup banyak . Kalau kita menyesuaikan dengan waktu yang ada jelas tidak akan cukup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.